Kemana kau akan melangkah?

Hipertensi dan Pisang

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih (Sastroamidjojo dkk., 2000:92). Hipertensi merupakan penyebab utama stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, demensia dan kematian premature. Apabila tidak ditanggapi secara serius, umur penderitanya bisa diperpendek 10-20 tahun (Sheps, 2005:iii).

Pengobatan hipertensi harus dilakukan penderita sepanjang hidupnya. Berbagai metode pengobatan telah banyak dilakukan oleh masyarakat, antara lain dengan terapi obat-obatan, pengobatan alternatif, ataupun meminum ramuan tradisional. Secara umum, pengobatan hipertensi dapat dibedakan atas dua pendekatan, yaitu pendekatan farmakologis dan pendekatan non-farmakologis. Pendekatan non-farmakologis dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan kimia atau tanpa obat sama sekali, yaitu dengan mengubah kebiasaan hidup (Karyadi, 2002:22).

Pisang

Pengobatan menggunakan obat-obatan yang mengadung bahan kimia secara berlebihan akan menimbulkan efek samping bagi tubuh, berbeda dengan pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang cenderung lebih aman. Disamping itu biaya pengobatan dengan bahan-bahan alami juga lebih murah dibandingkan dengan obat-obatan lain. Berbagai bahan alami dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, salah satunya adalah dengan mengonsumsi buah pisang secara teratur.

Berdasarkan riset di Amerika Serikat dan uji coba di India, penderita hipertensi  yang mengonsumsi dua buah pisang setiap hari mengalami penurunan tekanan darah sampai 10 % dalam satu minggu (Megia, 2008:35). Astawan (2008:227) menyatakan bahwa pisang  memiliki kandungan kalium yang tinggi, rata-rata sebuah pisang ukuran sedang dapat menyumbang kalium sebesar 440 mg. Kalium dapat menurunkan retensi garam dan air di dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan tekanan darah (Lan:2007). Selain itu pisang juga mengandung serat pangan yang bersifat larut (soluble dietary fiber) yang juga berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Astawan, 2008:226).

Pisang ambon adalah jenis pisang yang sangat disukai karena memiliki rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih enak dan aromanya lebih tajam serta jika dibandingkan dengan jenis pisang yang dapat dimakan langsung lainnya, pisang ambon telah biasa dikonsumsi masyarakat tanpa memiliki efek samping. Selain itu, pisang ambon memiliki kandungan kalium lebih tinggi dan natrium lebih rendah serta tinggi  kandungan kalsium  yang juga berperan penting dalam mencegah hipertensi (Satuhu,2007:8-11).

Menurut Prof. Made Astawan kandungan mineral yang paling menonjol pada buah pisang adalah kalium. Rata-rata sebuah pisang ukuran sedang dapat menyumbangkan kalium sebesar 440 mg. Mekanisme kalium dalam mencegah penyakit hipertensi adalah dengan menjaga dinding pembuluh darah besar (arteri) tetap elastis dan mengoptimalkan fungsinya. Begitu juga dengan magnesium yang selain dapat membantu menurunkan tekanan darah juga mencegah denyut jantung tidak teratur. Sementara itu kromium dalam pisang merupakan suatu mikronutrisi untuk mendorong aktivitas enzim dalam metabolisme glukosa untuk energi dan sintesis asam lemak dan kolesterol (Megia, 2008:38).

Berbeda halnya dengan kalium, kadar  natrium pada pisang juga sangat rendah. Kadar natrium tinggi tidak dikehendaki karena berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi (Astawan, 2008:114). Sehingga rasio yang tinggi antara kalium dan natrium pada pisang justru sangat menguntungkan untuk mendukung proses rileksasi otot.

Selain itu, pisang juga mengandung serat pangan yang bersifat larut (soluble dietary fiber) yang juga berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi terutama disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah. Penyempitan ini terutama disebabkan oleh penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Serat pangan larut air dapat menurunkan kolesterol darah. Dengan demikian, serat pangan juga berperan membantu mengatasi tekanan darah tinggi.

Beberapa komponen penting dalam pisang bersifat sebagai angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors. Enzim ini mengatur pelepasan angiotensin II yang merupakan substansi penyebab meningkatnya tekanan darah melalui konstraksi pembuluh darah (Megia, 2008:38).

Peneliti-peneliti di India telah melakukan riset terhadap

Pisang

para relawan dari fakultas kedokteran di Manipal, India Selatan. Relawan-relawan tersebut diminta untuk makan pisang dua buah sehari. Selama satu minggu tekanan darah mereka turun 10%. Hal ini terjadi karena meningkatnya kadar angiotensin II dalam tubuh akan diikuti dengan kenaikan tekanan darah karena angiotensin II menyebabkan pembuluh-pembuluh darah mengerut. ACE inhibitor pada pisang bekerja dengan cara mengekang aksi ACE yang memerintahkan pelepasan Angiotensin II. Para peneliti tersebut juga menemukan, buah yang sudah ranum ternyata mempunyai efek ACE inhibitor yang lebih besar dibandingkan dengan buah yang masih mentah (Gatra : 1999)

Sumber Referensi :
Almatsier, Sunita, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier, Sunita, 2005. Penuntun Diet, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Anonim, 1999.”Pisang Anti Hipertensi,” Gatra, 5 April
———, 2009 ”Medicinal Use Of Banana,” (http://www.banana.com/medicinal.html) download tanggal 26 Januari 2009.

———, 2008. ”Tekanan Darah Tinggi,” (www.Wikipedia.com), download tanggal 26 Januari 2009

Arlina, Siti Hidjrati, 2003. Mudah & Murah Menangggulangi Aneka Penyakit, Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

Astawan, Made 2006.
”Cegah Hipertensi Dengan Pola Makan,”
(http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=20), download tanggal 25 Januari 2009.

Astawan, Made dan Andreas Leomitro Kasih, 2008. Khasiat Makanan Mentah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Astawan, Made dan Andreas Leomitro Kasih, 2008.
Khasiat Warna-Warni Makanan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bangun, 2005. Terapi Jus dan Ramuan Tradisional untuk Hipertens, Jakarta: PT Agromedia
Pustaka Utama.

Corwin, Elizbeth J. 2001. Buku Saku Patofisiologi, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Departemen Kesehatan Kota Padang, 2007. Laporan 10 Penyakit terbanyak Pada Tahun 2007. Padang.

Cunningham, F. Gary,etc. 2006. Obsteri Williams, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Guyton, Arthur dan John E.Hall, 1997.
Fisiologi Kedokteran, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Harlinawati, Yuni, 2006.
Terapi Jus untuk Kolesterol Plus Ramuan Herbal, Jakarta: Puspa Swara.

Karyadi, Elvina, 2002. Hipertensi, Asam Urat, Hidup Bersama Penyakit Jantung Koroner, Jakarta:
Gramedia.

Lan, 2007.“Manfaat Buah Belimbing (Star Fruit).”
(http://www.kompas.com/kesehatan/news/senior/gizi.htm.), download tanggal 25 Januari 2009.

Masud, Ibnu, 1989.Dasar-dasar Fisiologi KARDIOVASKULER, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Megia, Rita dan Tunjung Seta, 2008. “Cukup Dua Saja !,” Kumpulan Artikel Kesehatan Intisari,. Jakarta: PT Intisari Mediatama.

Muchtady , Deddy dkk, 1993 .
Buku 2 Metabolisme Zat Gizi : Sumber, Fungsi dan Kebutuhan Tubuh Manusia, Bogor: Pustaka Sinar Harapan.

Muchtady , Deddy dkk, 1993. ”Sayuran dan Buah-Buahan Turunkan Hipertensi.”
(http://www.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth.php), dowload tanggal 25 Jauari 2009.

Murray, Robert K, 2003. Biokimia Harper, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Nurchasanah, 2006. “Potensi Pisang Untuk Mencegah Kanker Kolorektal.” Sehat dengan Makanan Berkhasiat, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Nurchasanah, 2006.“Potensi Pisang Untuk Mengatasi Sindrom Pramenstruasi.” Sehat dengan Makanan Berkhasiat, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Purwati, Susi, dkk. 2003.Perencanaan Menu Untuk Penderita Tekanan Darah Tingg,i Jakarta: Penebar
Swadaya.

Rismunandar, 1989. Bertanam Pisang, Bandung: Sinar Baru.
Sastroamidjojo, Soemilah dkk., 2000. Pegangan Penatalaksanaan Nutrisi Pasien, Jakarta: PDMGI

Satuhu, Suyanti dan Ahmad Supriyadi, 2007. Pisang Budi Daya,Pengolahan, dan Prospek Pasar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sheps, Sheldon G, 2005. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi, Jakarta: PT Intisari Mediatama.

Sidabutar, R. P et all, 1999.Hipertensi Esensial. Dalam lmu Penyakit Dalam Jilid II, Jakarta: Gaya Baru.

Soenarta, Arieska Ann, 2007. “Dokter Spesialis Hipertensi Buat Konsensus.” .
(http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=164457), download tanggal 25 Januari 2009

Widyastuti, Netty, 2006. “Potensi Pisang.” Sehat dengan Makanan Berkhasiat, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Wijayakusuma, Hembing dan Setiawan Dalimartha, 2003. Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Darah Tinggi, Jakarta: Penebar Swadaya.

Wijayakusuma, Hembing, 2008.
”Terapi Jus Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi).”
(http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hembing&y=cybermed|0|0|8|106), download tanggal 25 Januari 2009.

Wiryowidagdo, Sudjawadi dan M. Sitanggang, 2005. Tanamana Obat Untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi dan Kolesterol,
Jakarta: Agro Media Pustaka.

3 responses

  1. och

    terimakasih atas infonya. berguna banget buat penelitian skripsi saya. kalo boleh tolong di posting judul dan penerbit teksbooknya. terimaksih sebelumnya

    September 17, 2011 at 10:33 am

  2. shanty parman

    Haiii
    salam kenal yaaaaa….!!!!
    saya cuma pengen menanyakan pada yang pembuat wordpress ini
    tolong berikan referensi yang dikutip dari setiap paragraf
    kami sangat membutuhkannya untuk membantu pembuatan skripsi kami
    tolong di blz secepatnya, atau kirimkan di email kami

    October 4, 2011 at 6:06 pm

  3. imurelsa

    Salam kenal teman-teman semua,
    Maaf saya baru buka blog ini, Ok, saya akan masukkan sumber referensinya.
    Semoga bermanfaat.

    November 16, 2011 at 10:53 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s