Kemana kau akan melangkah?

Pemanis buatan, amankah?

 

Zat pemanis sintetik (buatan) merupakan zat tambahan pada pangan yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sedangkan kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula. Pemanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. saat ini pemanis buatan makin lazim digunakan baik dalam industri makanan dan minuman dalam skala besar maupun kecil, bahkan pemanis buatan juga digunakan sebagai pengganti gula dalam diet. Pemanis buatan sering ditambahkan pada makanan dan minuman sebagai pengganti gula karena mempunyai kelebihan dibandingkan dengan pemanis alami (gula), yaitu :

 

  •  Rasanya lebih manis.
  • Membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis.
  • Tidak mengandung kalori yang jauh lebih rendah sehingga cocok untuk penderita penyakit gula (diabetes).
  • Harganya lebih murah.

 

Penggunaan pemanis buatan yang diizinkan dalam makan adalah sebagai berikut:

 

• Sakarin (dan garam natrium sakarin), untuk saus, es lilin,minuman ringan dan minuman yogurt berkalori rendah (300mg/kg), es krim, dan sejenisnya serta jem dan jeli berkalori rendah (200 mg/kg), permen berkalori rendah (100 mg/kg), serta permen karet dan minuman ringan fernentasi berkalori rendah (50 mg/kg).

 

•   Siklamat (dan garam natrium dan kalsium siklamat), un­tuk saus, es lilin, minuman ringan dan minuman yogurt berkalori rendah (3 g/kg), es krim, es puter dan sejenisnya serta jem dan jeli berkalori rendah (2 g/kg), pernen berkalori rendah (1 g/kg), dan minuman ringan fermentasi berkalori rendah (500 mg/kg).

 

• Sorbitol, untuk kismis (5 g/kg), jem, jeli dan roti (300 mg/kg), dan makanan lain (120 mg/kg).

 

•   Aspartam

 

Ada 13 pemanis buatan yang disetujui penggunaannya di Indonesia, yaitu alitam, aspartam, aselsulfam K, isomatl, laktitol, maltitol, manitol, neotam, sakarin,siklamat, silitol, sorbitol, sukralosa. Pemanis buatan yang lebih sering digunakan dalam pengolahan pangan di Indonesia adalah  siklamat dan  sakarin  yang mempunyai tingkat kemanisan masing-masing 30-80 dan 300 kali gula alai, oleh karena itu sering disebut “biang gula”

 

Sakarin dan Siklamat

 

Pengamatan secara kualitatif terhadap jenis pemanis makanan jajanan menunjukkan bahwa pemanis yang digunakan pada sebagian besar makanan jajanan adalah campuran pemanis sintetis sakarin dan siklamat

 

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan sebenarnya siklamat dan sakarin hanya boleh digunakan dalam makanan yang khusus ditujukan untuk orang yang menderita diabetes atau sedang menjalani diet kalori. Amerika dan Jepang bahkan sudah melarang sama sekali penggunaan kedua pemanis tersebut karena terbukti berbahaya bagi kesehatan karena diperkirakan bersifat karsinogen. Di Indonesia, siklamat dan sakarin sangat mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah. Hal ini mendorong produsen minuman ringan dan makanan jajanan untuk menggunakan kedua jenis pemanis buatan tersebut di dalam produknya. Penggunaan pemanis tersebut terutama didasari pada alasan ekonomi karena harga gula pasir yang cukup tinggi, sedangkan tingkat kemanisan pemanis buatan jauh lebih tinggi daripada gula sehingga penggunaannya cukup dalarn jumlah sedikit, yang berarti mengurangi modal.

 

Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500 mg – 3 g/kg bahan, sedangkan batas maksimum penggunaan sakarin adalah 50  300 mg/kg bahan. Keduanya hanya boleh digunakan untuk makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar 0,5 mg/kg berat badan/hari. Jadi bila berat badan kita 50 mg/kg maka jumlah maksimum siklamat atau sakarin yang boleh dikonsumsi per hari adalah 50 x 0,5 mg atau 25 mg. Jika kita rnengkonsumsi kue dengan kandungan siklamat 500 mg/kg bahan, maka dalam satu hari kita hanya boleh mengkonsumsi 25/500 x 1 kg atau 50 g kue.

 

Penggunaan sakarin tergantung dari intensitas kemanisan yang dikehendaki. Pada konsentrasi tinggi, sakarin akan menimbulkan rasa pahit getir (nimbrah). Penggunaan sakarin yang tidak seharusnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti dapat menimbulkan kanker kandung kemih pada tikus. Siklamat berbahaya karena hasil metabolismenya, yaitu sikloheksamina bersifat karsinogenik sehingga ekskresi lewat urin dapat merangsang pertumbuhan tumor pada kandung kemih tikus. Hasil analisis kualitatif terhadap pengawet makanan jajanan memberikan hasil yang negatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembuatan makanan jajanan tidak ditambahkan pengawet.

 

Pemanis Aspartam

 

Pemanis aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa). Terbuat dari penggabungan dua asam amino, yaitu fenilalanin, dan asam aspartat, serta sejumlah kecil metanol. Bahan-bahan tersebut juga dapat kita temukan dalam makanan kita sehari-hari, seperti pada daging, susu, buah dan sayuran.

 

Aspartam dapat dimetabolisme oleh tubuh secara sempurna, seperti bahan protein lainnya. Saat dicerna, aspartam akan terurai menjadi komponen-komponennya, yaitu asam aspartat, fenilalanin dan metanol. Selanjutnya tubuh mempergunakan komponen tersebut sebagaimana komponen serupa yang dijumpai dalam makanan yang dimakan sehari-hari.

 

Kandungan komponen aspartam pada makanan dan minuman, dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini:

 

  • 1 gelas susu mengandung 6x lebih banyak fenilalanin dan 13x lebih banyak asam aspartat daripada 1 gelas minuman dengan pemanis buatan
  • 1 gelas jeruk mengandung metanol yang sama dengan 1 gelas minuman pemanis buatan

 

Acceptable Daily Intake (ADI) adalah batasan jumlah suatu BTP yang dapat dikonsumsi per kg berat badan per hari seumur hidup tanpa suatu resiko. ADI aspartam adalah 40mg/kg BB/hari. Seseorang dengan berat badan 50 kg, maka boleh mengkonsumsi aspartam sebanyak 2 gr/hari. Hal ini setara dengan mengkonsumsi 50 sachet pemanis aspartam dalam bentuk sediaan (tabletop sweetener) sehari.

 

Peneltian pengguna aspartam telah dilakukan pada orang yang obesitas, diabetes, anak-anak, wanita hamil/menyusui, dan penyakit hati. Pemakaian pemanis ini dianjurkan untuk orang sehat, obesitas, rumatan berat badan dan diabetes (1 gr aspartam mengandung 4 kalori, sebanding dengan manisnya 200 gr gula yang mengandung 800 kalori).

 

Aspartam telah diakui keamanannya oleh badan regulatory kesehatan di dunia, seperti WHO, US Food and Drug Administration, UK Food Standard Agency, dll, juga disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara di dunia.

 

Imurelsa/I14096030 (dari berbagai sumber)


2 responses

  1. nice post

    visit me yap….
    click here

    September 23, 2011 at 11:02 am

  2. imurelsa

    Arigatou^^,,
    okay,,

    November 16, 2011 at 10:55 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s